Senin, 23 April 2012

Alamat IP versi 4 dan Subnet Mask


     Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.

Kelas Alamat IP Oktet pertama
(desimal)
Oktet pertama
(biner)
Digunakan oleh
Kelas A 1–126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar
Kelas B 128–191 10xx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C 192–223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D 224–239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E 240–255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

Kelas A

Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B

Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Kelas C

Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

Kelas D

Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

Kelas E

Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.



SUBNET MASK QUICK REFERENC








Mask Length Host Bit Length Math Max Hosts Subnet Mask Mask Octet Binary Mask Subnet Length
/32 0 2^0 1 255.255.255.255 4 11111111 0
/31 1 2^1 2 255.255.255.254 4 11111110 1
/30 2 2^2 4 255.255.255.252 4 11111100 2
/29 3 2^3 8 255.255.255.248 4 11111000 3
/28 4 2^4 16 255.255.255.240 4 11110000 4
/27 5 2^5 32 255.255.255.224 4 11100000 5
/26 6 2^6 64 255.255.255.192 4 11000000 6
/25 7 2^7 128 255.255.255.128 4 10000000 7
/24 8 2^8 256 255.255.255.0 3 11111111 8
Kelas C
/23 9 2^9 512 255.255.254.0 3 11111110 9
/22 10 2^10 1,024 255.255.252.0 3 11111100 10
/21 11 2^11 2,048 255.255.248.0 3 11111000 11
/20 12 2^12 4,096 255.255.240.0 3 11110000 12
/19 13 2^13 8,192 255.255.224.0 3 11100000 13
/18 14 2^14 16,384 255.255.192.0 3 11000000 14
/17 15 2^15 32,768 255.255.128.0 3 10000000 15
/16 16 2^16 65,536 255.255.0.0 2 11111111 16
Kelas B
/15 17 2^17 131,072 255.254.0.0 2 11111110 17
/14 18 2^18 262,144 255.252.0.0 2 11111100 18
/13 19 2^19 524,288 255.248.0.0 2 11111000 19
/12 20 2^20 1,048,576 255.240.0.0 2 11110000 20
/11 21 2^21 2,097,152 255.224.0.0 2 11100000 21
/10 22 2^22 4,194,304 255.192.0.0 2 11000000 22
/9 23 2^23 8,388,608 255.128.0.0 2 10000000 23
/8 24 2^24 16,777,216 255.0.0.0 1 11111111 24
Kelas A








SUBNET MASK QUICK REFERENCE








Mask Length Host Bit Length Math Max Hosts Subnet Mask Mask Octet Binary Mask Subnet Length
/32 0 2^0 1 255.255.255.255 4 11111111 0
/31 1 2^1 2 255.255.255.254 4 11111110 1
/30 2 2^2 4 255.255.255.252 4 11111100 2
/29 3 2^3 8 255.255.255.248 4 11111000 3
/28 4 2^4 16 255.255.255.240 4 11110000 4
/27 5 2^5 32 255.255.255.224 4 11100000 5
/26 6 2^6 64 255.255.255.192 4 11000000 6
/25 7 2^7 128 255.255.255.128 4 10000000 7
/24 8 2^8 256 255.255.255.0 3 11111111 8
Kelas C
/23 9 2^9 512 255.255.254.0 3 11111110 9
/22 10 2^10 1,024 255.255.252.0 3 11111100 10
/21 11 2^11 2,048 255.255.248.0 3 11111000 11
/20 12 2^12 4,096 255.255.240.0 3 11110000 12
/19 13 2^13 8,192 255.255.224.0 3 11100000 13
/18 14 2^14 16,384 255.255.192.0 3 11000000 14
/17 15 2^15 32,768 255.255.128.0 3 10000000 15
/16 16 2^16 65,536 255.255.0.0 2 11111111 16
Kelas B
/15 17 2^17 131,072 255.254.0.0 2 11111110 17
/14 18 2^18 262,144 255.252.0.0 2 11111100 18
/13 19 2^19 524,288 255.248.0.0 2 11111000 19
/12 20 2^20 1,048,576 255.240.0.0 2 11110000 20
/11 21 2^21 2,097,152 255.224.0.0 2 11100000 21
/10 22 2^22 4,194,304 255.192.0.0 2 11000000 22
/9 23 2^23 8,388,608 255.128.0.0 2 10000000 23
/8 24 2^24 16,777,216 255.0.0.0 1 11111111 24
Kelas A
»»  lanjut yuuu :)

Senin, 16 April 2012

Install Android di PC

Android – bagi yang belum tahu – adalah jenis Operating system (OS) untuk jenis perangkat mobile berbasis Linux. Android menyediakan source code bagi developer untuk mengembangkan aplikasi yang digunakan dalam perangkat bergerak. Android secara normal hanya bisa dipakai untuk perangkat mobile/seluler. Terus, bagaimana kalau ingin mencoba menggunakan Android tapi kita tidak memiliki perangkat mobile khusus Android ?
Berikut cara mencicipi Android ke dalam perangkat PC :


1. Melalui Android Live CD.
Dengan Android Live CD, Sistem Operasi Android dapat menjadi suatu OS portable di dalam perangkat PC. Kita bisa menjalankan melalui media CD, Flash Disc atau melalui Virtual machine (VMWare atau Virtual Box). Caranya :


1.     Download terlebih dahulu ISO Live Android di situs ini, file ISO terpecah menjadi 2 part yaitu liveandroidv0.3.iso.001 dan liveandroidv0.3.iso.002. Untuk menggabungkan menjadi satu file ISO, join menggunakan HJSplit


2.     File ISO berukuran sekitar 170 MB. Selanjutnya file tersebut harus kita burn ke dalam CD atau dengan menggunakan Aplikasi UnetBootin (software bisa didownload di sini) file ISO Android tadi bisa menjadi Live USB. Atau langsung bisa kita gunakan untuk virtual machine seperti VirtualBox.


3.     Booting komputer kita melalui CD/USB Flash Disc tadi atau silakan buat dan jalankan Virtual Machine kita.


4.     Android bisa kita nikmati di PC secara portable/virtual.


5.     Tips : gunakan Alt+F1 atau Alt+F7 untuk mengubah bentuk GUI (grafis) ke bentuk Console dan sebaliknya. Busybox telah ditambahkan dalam Android ini. Untuk komputer dengan koneksi LAN kita bisa setting IP Address dengan cara ketikkan :
IP Address : ifconfig eth0 alamat-IP-Kamu netmask Subnet mask Kamu
Default Gateway : route add default gw Alamat-Gateway-Kamu dev eth0
DNS Address : setprop net.eth0.dns1 DNS-Kamu


6. Untuk menginstall sebuah aplikasi (app) caranya :
·         Download file *apk langsung dari browser bawaan Live Android
·         Cari file *apk hasil download, tersimpan di sdcard/download
·         tekan ALT+F1 pada keyboard untuk masuk ke menu console
·         ketikkan perintah : cp /sdcard/download/* /system/app
·         kemudian set permission dengan ketikkan perintah chown 1000:1000 /system/app/*
·         kembali ke menu GUI dengan menekan tombol ALT + F7
·         You’ll see app now.
================================================================
2. Melalui/Membuat Emulator Android
Android Emulator sengaja disediakan gratis oleh pengembang Android untuk mencoba aplikasi dan menjalankan Android melalui PC Desktop. Langkah-langkah membuat Android Emulator adalah sebagai berikut :


1. Pastikan komputer sudah terinstall aplikasi Java, Java Runtime dan Java SE Development Kit. Jika belum silakan install aplikasi Java Development Kit terlebih dahulu, download aplikasinya di sini.


2. Install aplikasi Eclipse, download aplikasinya di sini. Pilih Eclipse IDE for Java Developers atauEclipse Classic. Jika komputer sudah terinstall Eclipse pastikan minimal versi Galileo.


3. Download dan Install/Ekstrak Android SDK Starter Package. Download di sini. Jika kamu download file *.zip/*.tgz, cukup unpack/ekstrak file tersebut. Pada umumnya, setelah diekstrak akan terdapat folderandroid-sdk-[nama machine]. Ingat lokasi hasil ekstrakan. Hal ini akan dipakai ketika melakukan setting ADT Plugin atau memasang SDK Tool melalui command line.


4. Setting path Android, Untuk OS Linux, misal Android-sdk tadi diekstrak di /home/mashendri/android maka silakan edit file ~/.bash_profile atau ~/.bashrc, tambahkan export PATH=/home/mashendri/android/tools. Untuk Windows klik kanan My Computer > Properties > Tab Advanced > Environment Variables > double klik pada PATH, tambahkan lokasi dimana android-sdk berada (misal android-sdk diekstrak di c:/android maka path yang ditambahkan c:/android/tools). Setting PATH ini sebenarnya bersifat optional ketika kita ingin melakukan suatu konfigurasi android melalui console/command line.


5. Download Android SDK Platform-tools dan pilih versi Android yang dikehendaki. Jika menggunakanAndroid SDK Manager tinggal centang versi yang diinginkan > klik Install xxpackages (xx tergantung berapa yang harus terinstall). Selanjutnya pada window Choose packages to install > pilih Accept all >Install. Silakan tunggu proses downloading.
Alternatif (1) (Install Offline) :
·         Download Android SDK Platform tools di sini.
·         Download versi Android yang diinginkan. (  Froyo, Gingerbread, Honeycomb )
·         Buat folder baru di folder hasil ekstrak/install Android SDK (lih. tahap no 3) bernama temp.
·         Copy file Android SDK Platform tools dan Platform android yang diinginkan ke dalam folder temp tadi. Ingat jangan diekstrak, biarkan berekstensi *.zip.
·         Jalankan android SDK Manager. Install yang diperlukan saja yaitu Android SDK Platform Tools dan SDK Platform Android yang dipilih. Double klik paket yang tidak diinginkan agar tidak terinstall. Jangan klik Install.
·         Disable koneksi internet, karena kedua file (Android SDK Platform Tools dan SDK Platform Android) sudah kita download sebelumnya. Baru kemudian klik Install.
·         Jika muncul tampilan ADB Restart pilih Yes.
Alternatif (2) ( Pasang/tambahkan plugin untuk Eclipse, namanya ADT Plugin )
·         Jalankan Eclipse > Pilih workspaces (jadikan satu saja dengan folder android-sdk).
·         Klik Help > Install New Software
·         Klik Add pada pojok kanan atas, pada kolom Name isikan ADT Plugin sedangkan location isikanhttps://dl-ssl.google.com/android/eclipse/ | Jika koneksi internet lambat ganti https menjadi http > Klik OK
·         Tunggu sebentar sampai muncul pilihan Developer Tools > klik Next > Jendela Install detail > KlikNext
·         Ada 3 lisensi yang mesti kita perhatikan ( Apache licenses dan 2 BSD Licenses), pilih I accept the term…. > Finish.
·         Proses menginstall software. Tunggu sampai proses install selesai.
·         Jika proses selesai, klik menu Windows pada Eclipse> Android SDK and AVD Manager
·         Muncul jendela Android SDK dan AVD Manager > pilih Available packages > pilih/centang minimalDocumentation For Android SDK, SDK Platform For Android, Samples for SDK (versi sesuai yang diinginkan) > tunggu proses download dan installasinya.


6. Jika semua paket sudah terinstall dengan benar pada Android SDK dan AVD Manager pilih Virtual Devices > pilih New


7. Membuat AVD (Android Virtual Devices), yaitu tools untuk membuat perangkat bergerak secara virtual.
·         Name : isikan versi andrroid kita, misal Android Gingerbread
·         Target : pilih yang ada dan yang terbaru. Kalo Gingerbread berarti pilih Android 2.3 – API Level x (x = angka/pilih yang terbaru)
·         SD Card : isikan berapa (MiB) SD Card yang akan kita pasang dalam AVD. Isi minimal 2 GB/2000 MB
·         Terakhir, Create AVD.


8. Jalankan AVD dengan klik Start… pada list AVD yang telah kita buat di atas. Muncul jendela Launch Option > klik Launchs


9. Android Emulator telah selesai kita buat. Proses booting/start-up Android memang agak lama, jadi harap bersabar menunggu

»»  lanjut yuuu :)

Model OSI Seven Layer

Model referensi jaringan terbuka OSI atau OSI Reference Model for open networking adalah sebuah model arsitektural jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for Standardization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan dari Open System Interconnection. Model ini disebut juga dengan model "Model tujuh lapis OSI" (OSI seven layer model). 

Sebelum munculnya model referensi OSI, sistem jaringan komputer sangat tergantung kepada pemasok (vendor). OSI berupaya membentuk standar umum jaringan komputer untuk menunjang interoperatibilitas antar pemasok yang berbeda. Dalam suatu jaringan yang besar biasanya terdapat banyak protokol jaringan yang berbeda. Tidak adanya suatu protokol yang sama, membuat banyak perangkat tidak bisa saling berkomunikasi.

Model referensi ini pada awalnya ditujukan sebagai basis untuk mengembangkan protokol-protokol jaringan, meski pada kenyataannya inisatif ini mengalami kegagalan. Kegagalan itu disebabkan oleh beberapa faktor berikut:
  • Standar model referensi ini, jika dibandingkan dengan model referensi DARPA (Model Internet) yang dikembangkan oleh Internet Engineering Task Force (IETF), sangat berdekatan. Model DARPA adalah model basis protokol TCP/IP yang populer digunakan.
  • Model referensi ini dianggap sangat kompleks. Beberapa fungsi (seperti halnya metode komunikasi connectionless) dianggap kurang bagus, sementara fungsi lainnya (seperti flow control dan koreksi kesalahan) diulang-ulang pada beberapa lapisan.
  • Pertumbuhan Internet dan protokol TCP/IP (sebuah protokol jaringan dunia nyata) membuat OSI Reference Model menjadi kurang diminati.

Pemerintah Amerika Serikat mencoba untuk mendukung protokol OSI Reference Model dalam solusi jaringan pemerintah pada tahun 1980-an, dengan mengimplementasikan beberapa standar yang disebut dengan Government Open Systems Interconnection Profile (GOSIP). Meski demikian. usaha ini akhirnya ditinggalkan pada tahun 1995, dan implementasi jaringan yang menggunakan OSI Reference model jarang dijumpai di luar Eropa.

OSI Reference Model pun akhirnya dilihat sebagai sebuah model ideal dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Beberapa protokol yang digunakan dalam dunia nyata, semacam TCP/IP, DECnet dan IBM Systems Network Architecture (SNA) memetakan tumpukan protokol (protocol stack) mereka ke OSI Reference Model. OSI Reference Model pun digunakan sebagai titik awal untuk mempelajari bagaimana beberapa protokol jaringan di dalam sebuah kumpulan protokol dapat berfungsi dan berinteraksi.


 



Lapisan ke- Nama lapisan Keterangan
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
    
»»  lanjut yuuu :)
 

(c)2009 Raka Bagja. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger